Friday, 11 May 2018

Tuhan, maaf kami sedang sibuk

Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk
Oleh : Ahmad Rifa`i Rif`an

Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjemaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.

Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.
=====
Sesungguhnya manusia adalah pendosa yang seringkali mengabaikan Tuhannya. Dan buku ini lahir sebagai renungan juga sebagai inspirasi spiritual, terhadap orang-orang yang seringkali lalai. Di awali dengan bagian Menata Hati Membenahi Nurani, di mana anda akan diajak untuk bercengkerama mengenai pemaknaan tauhid, takdir, sufi, serta beberapa tema yang menyentuh jiwa anda. dilanjutkan dengan tema Baitii Jannatii yang mengeksplorasi trik dan tips Islam untuk mencapai kesuksesan dalam berkeluarga. Bagian ketiga Memancarkan Cahaya Surga di Tempat Kerja, dimana anda akan diajak memaknai kembali seluruh aktivitas anda sebagai media penghambaan diri kepada Sang Pencipta. Kemudian ditutup dengan Memperkokoh Semangat dan Visi Hidup yang memotivasi muslim untuk meraih empat tangga kesuksesan. Sibuklah anda bersama-Nya.
=====
Dapatkan bukunya seharga Rp 88.000.
Buku kami ori dan segel, No KW.
Info pemesanan inbok/wa 087730386192

#garasibookstore #tuhanmaafkankamisedangsibuk #bukuislami #inspirasispiritul #motivasi #muhasabahdiri

Thursday, 10 May 2018

Menebar Cinta dengan Hadiah

*Stok Terbatas! Pengiriman dari Jakarta
Harga : 25k

Judul kitab asli : Ahkamul Hadiyati fil Islam
Ukuran : 10,5x 14,5 cm
Berat: 70gr
Tebal : 80 halaman

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam dan sholawat serta salam kepada Nabi besar Muhammad Sholallahu Alaihi Wa Sallam.

Buku ini merupakan terjemahan dari kitab Ahkamul Hadiyati fil islam 

Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai" ( HR.  Al Bukhari)

Berdasarkan hadist diatas, tidak disangsikan lagi bahwa memberi hadiah adalah syiar kaum muslimin dimana apabila mereka saling memberi dan menebarkan hadiah maka akan timbul rasa cinta dihati mereka.

Apa definisi hadiah?
Hadiah apa yang boleh diberikan? 
Bolehkah menolak hadiah seseorang?
Apa bedanya hadiah dan sogokan?
pertanyaan2 yang mungkin muncul ketika seseorang akan memberi hadiah ini Insya Allah akan dibahas mendetail dalam buku kecil ini.

Semoga bermanfaat.

Info pemesanan wa 087730386192

#kitabterjemah #definisi #hadiah #jualanekabuku #bukuislami

Friday, 4 May 2018

OPEN PO GAMIS MAZZAYA

Bingung cari couple-an atau gamis seragam untuk keluarga? 
Yuks, sista... Gamis mazzaya open PO, loh 😇 gamis dengan bahan ternyaman ini bisa jadi refrensi baju lebaranmu dengan pasangan, dan keluarga.

Produk kami dikirim dari Banjarharjo Brebes. 
Sista bisa pesan sesuai ukuran. Ayah, ibu, kakak, adik. 😇

Minat ? Silahkan order by WA 087730386192

Bismillah, yang mau ikut Po wajib baca sampai habis ya ukh 😊🙏
.
.
Open Po ( Pre Order)  couple MAZZAYA  dengan sistem tidak ready,  jadi pembayaran transfer full di awal,  baru proses jahit. 
Open Po couple MAZZAYA tanggal 03-05 Mei 2018 dengan estimasi pengerjaan 1 bulan setelah tanggal tutup Po. 
Pengiriman estimasi tanggal 04 Juni 2018, sehingga insya Allah ukhty sekeluarga bisa berlebaran dengan couple MAZZAYA (insya Allah pengerjaan diupayakan lebih cepat dari jadwal).
.
Oiya Po couple MAZZAYA hanya untuk yang sabar ya ukh,  karena sudah disampaikan diawal prosesnya, jadi buat yang ga sabar disarankan jangan ikutan ya ukh 🙏
*




Couple MAZZAYA spesifikasi lengkap,  cus cek di bawah yaa.. .
Gamis MAZZAYA
👉 bahan gamis katun ima trendy/valentino
👉 Busui
👉 Pinggang tali dapat dilepas dan di pasang (terpisah)
👉 Tangan kancing ( wudhu friendly)
👉 2 buah saku samping kanan dan kiri
👉 Lebar rok sekitar 2,5 meter
👉 Ukuran S, M,  L, XL
.
Size chart
- Gamis LD/PB
S  92/135
M  96/137
L  100/140
XL 110/142
.
Koko MAZZAYA
👉 bahan gamis katun ima trendy/valentino
👉 Kancing depan
👉 Leher koko/shanghai
👉 Tangan kancing (untuk lengan panjang) 👉 1 buah saku tidur/dalam di dada kiri
👉 Ukuran S, M,  L, XL
.
- Koko LD/PB
S  95/70
M 100/72
L  105/75
XL 110/75
.
- Gamis anak LD/PB
S  65/75
M  70/85
L  80/100
XL 85/110
.
- Koko anak LD/PB
S  65/40
M  70/45
L  75/50
XL 85/55
.
Pilihan warna :
- Couple MAZZAYA NAVY GREY
- Couple MAZZAYA GREY NAVY
- Couple MAZZAYA SILVER MAROON
- Couple MAZZAYA MAROON SILVER
- Couple MAZZAYA PINK PURPLE
- Couple MAZZAYA PURPLE PINK
- Couple MAZZAYA BLACK GOLD

Harga Couple @290
Harga gamis aja @165
Harga koko ajah @160
Harga gamis anak @130
Harga koko anak @120

Harga Koko lengan panjang nambah @20000
Harga koko/gamis jumbo nambah@30000

Monday, 5 December 2016

PENGERTIAN, FUNGSI, DAN PERANAN KURIKULUM

Rangkuman Materi

Pengertian kurikulum senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Dalam pengertian sederhana, kurikulum dianggap sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dari awal sampai akhirprogram pelajaran untuk memperoleh ijazah, sedangkan dalam pengertian yang luas kurikulum diartikan sebagai semua pengalaman belajar dialami oleh siswa dan mempengaruhi perkembangan pribadinya. Dalam perkembangan berikutnya, terdapat empat dimensi pengertian kurikulum, yaitu kurikulum sebagai ide/gagasan, kurikulum sebagai rencana tertulis, kurikulum sebagai suatu rencana kegiatan, dan kurikulum sebagai hasil belajar.
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalamnpelaksanaan pendidikan bagi pihak-pihak terkait baik secara lqngsunh maupun tidak langsung, seperti guru/pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. Khusus bagi siswa, selain sebagai pedoman belajat, kurikulum  juga memiliki enam fungsi, yaitu fungsi penywsuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan/seleksi dan fungsi diagnostik.
Terdapat tiga peranan kurikulum, yaitu a)peranan konservatif yang berkaitan dengan prosea pewarisan nilai-nilai budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini; b)peranan kreatif yang berkaitan dengan pengembangan sesuatu yang baru yang dibutuhkan masyarakat; dan c)peranan kritis/evaluatif yang berkaitan dengan proses pemilihan nilai, budaya dan pengetahuan baru yang akan diajarkan.
Kurikulum pada dasarnya merupakan suatu sistem, artinya kurikulum itu suatu kesatuan atau totalitas yang terdiri dari berbagai komponen, di mana antara komponen satu dengab komponen lainnya saling berhubungan dan salinh mempengaruhi dalam rangka pencapaian tujuan. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, isi/materi, strategi pembelajaran dan evaluasi.
Tujuan kurikulum menggambarkan kualitas manusia yang diharapkan terbina dari suatu proses pendidikan. Tujuan memberikan petunjuk mengenai arah perubahan yang dicita-citakan dari suatu kurikulum. Tujuan yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula terhadap pemilihan isi/bahan ajar, strategi pembelajaran, media, dan evaluasi. Tujuan juga dianggap sebagai dasar, arah, dan patokan dalam menentukan komponen-komponen kurikulum yang lainnya.
Isi/materi kurikulum merupakan pengetahuan ilmiah yang terdiri dari fakta, konsep, prinsip, nilai dan keterampilan yang perlu diberikan kepada siswa. Pengetahuan tersebut jumlahnya sangat banyak dan tidak mungkin semuanya dijadikan sebagai isi/materi kurikulum. Oleh karena itu, perlu diadakan pilihan-pilihan dengan menggunakan berbagai kriteria.
Strategi pembelajaran bwrkaitan dengan siasat, cara atau sistem penyampaian isi kurikulum. Ada dua jenis strategi pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher oriented) dan yang berorientasi kepada siswa (student oriented). Strategi pertama mencakup model ekspositoria atau model informasi, sedangkan strategi kedua mencakup model inkuiri atau problem solving. Strategi yang digunakan atau dipilih dalam pelaksanaan kurikulum diserahkan sepenuhnya kepada pelaksana kurikulum dengan mempertimbangkan hakikat tujuan, sifat bahan/isi, dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.
Komponen evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan kurikulum dan menilai proses implementasi kurikum secara keseluruhan. Hasil evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan kurikulum. Selain itu, hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai masukan dalam penentuan kebijakan-kebijakan pengambilan keputusan tentang kurikulum dan pendidikan.

Sunday, 30 October 2016

Cinta vs Investasi

___________________
"Cinta vs Investasi"
____________________

*(Sekilas lalu)

Aku tak pernah berpikir sebelumnya bahwa mencintai seseorang, seperti kita berinvestasi.

Yah, aku pernah melakukannya. Aku menanam model hanya berlandaskan keyakinan dan ketulusan saat mencintai.

Hingga di suatu hari, seseorang datang menikung dan mengambil alih investasi yang kubangun dari nol. Di situ aku baru sadar, aku masih polos dalam investasi ini. Kepercayaan yang kujadikan pegangan nyatanya bisa dengan mudah sekali dipatahkan.

Alhasil, aku bangkrut. Dia yang datang dengan ambisi, tanpa rasa bersalah menyikat habis pundi-pundi keuntungan yang mestinya aku yang meraup.

Tapi itulah bisnis, mungkin pula sudah takdir. Mengikhlaskan sesuatu yang hanya sebuah titipan, bukan pure milik kita adalah cara terbaik mengobati luka. Dirugikan, dikhianati, atau pun diuntungkan hanya bagian dari perjalan bisnis hidup yang bisa silih berganti kita rasakan. Begitupun ketika mencintai seseorang dan harus berakhir dengan perasaan kecewa.

Rintik hujan masih membasahi malam yang tengah kulewati bersamanya. Di ruang meja makan dengan menu seadanya, kita saling menyuapi. Kehangatan yang seperti dulu kuharap bisa kembali kita rasa, tapi bukan pura-pura. Menganggap semuanya baik-baik saja seolah tak terjadi sesuatu yang pada nyatanya kini terasa menyayat hatiku.
Lama kita saling diam, kembali larut dalam suapan makan dan pikiran masing-masing. Dering selulur miliknya berbunyi, ia hanya menoleh pada layar dan segera mematikannya. Selarut ini, siapa yang menelpon. Pikiranku melayang pada sosok wanita yang bahkan bayang hitamnya saja tak pernah kusaksikan. Aku menebak dia yang menelpon. Mungkin di sana pun tengah merasakan hal yang sama, sedih dan gusar, ketika lelaki yang diharapkannya tengah berada bersama wanita, yang padanya dia tak punya hak sedikit pun untuk merasa iri atau cemburu. Tiba-tiba seperti ada yang menyesakkan dadaku, hatiku tersayat.

"Kenapa tak dihabiskan makannya, ayo a?" lelaki di sebelahku mencoba menyuapi. Sikapnya masih terlihat kalem dan perhatian namun tatapan sendu matanya mengisyaratkan hal yang berbeda. Aku merasakan ada sesuatu yang perlahan hilang dari sosok dirinya.

...
...
_______

Thursday, 19 May 2016

Pentingnya Pendidikan Karakter

Tentang #PendidikanKarakter

Anak adalah titipan
Anak adalah amanah
Anak adalah generasi penerus masa depan. Penerus siapa ?
Kedua orang tua, lingkungan keluarga, almamater, lingkungan sekolah, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Keluarga, sekolah dan masyarakat serta pemerintah. Tiga lembaga pendidikan tersebut punya kewajiban dan berperan terhadap proses tumbuh kembang bahkan dalam membentuk karakter anak. Karakter, moral, watak dan kepribadian anak sejatinya harus ditanamkan sejak usia dini. Orang tua, dalam hal ini keluarga, memiliki peran penting terhadap pendidikan karakter anak. Maka seyogyanya, orang tua memberi contoh, teladan, pengarahan dan penanaman karakter yang baik untuk anak. Proses pendidikan pertama seorang anak, terjadi dalam sebuah keluarga. Seorang ayah harus menjadi figur contoh yang baik, ibu berperan sebagai madrasah pertama bagi anak. Maka seyogyanya pendidikan dalam keluarga perlu diutamakan dan diperdayakan.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Artinya perilaku anak tidak jauh dari benih yang ditanamkan oleh orang tuanya.
Anak polah, bapa kepradah *istilah jawa yang berarti, polah kenakalan yang dilakukan anak, orang tua pun akan menanggung akibatnya.
Tapi,   

Mangga bisa jatuh dekat pohon jambu. Kenapa ? Bisa jadi karena mereka tumbuh berdekatan, dilahap kalong dan dijatuhkan dekat pohon jambu, bisa pula jatuh tertimpa angin, bergulir dan mendekati pohon jambu.

orang tua manapun pasti berusaha dan menginginkan bisa mendidik anaknya dengan pengajaran yang baik. Namun, lingkungan masyarakat anak juga ikut berperan dalam membentuk pribadi anak. Bisa jadi, pendidikan dalam keluarga baik, tapi karena terbawa lingkungan pergaulan yang negatif, tidak mustahil anak akan ikut terjerumus. Lalu bagaimana peran pendidikan karakter anak di sekolah ?

Tawuran antar pelajar, pergaulan seks bebas yang terjadi di kalangan pelajar, bukan lagi hal baru. Kasus guru yang dibui karena mencubit muridnya, orang tua yang tidak terima anaknya dipukul oknum guru, bahkan perbuatan asusila yang justru dilakukan oknum pendidik pada siswanya. Membuat miris potret keadaan pendidikan saat ini, dimana hal tersebut mempunyai implikasi pada rusaknya karakter bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia, tidak bermasalah dengan IQ nya, namun yang bermasalah justeru pada moralnya. Banyak menampilkan manusia yang pandai, cerdas, berpendidikan tinggi, tapi masih minim keteladanannya.

Lalu ?
Pentingnya kita kembali menanamkan pendidikan karakter khususnya bagi anak. Penanaman pendidikan karakter melibatkan semua pihak, keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan negara.
Pembentukan dan karakter tidak akan berhasil selama lingkungan pendidikan tidak memiliki kesinambungan dan keharmonisan.

Maraknya kasus pelecehan dan kekerasan anak mengundang banyak keperihatinan. Bahkan tak jarang pelaku adalah anak yang masih di bawah umur.
Adalah tamparan keras bagi kita semua. Maka mari bentengi anak-anak kita dengan pendidikan moral karakter yang yang baik, bersumber pada pendidikan agama, sesuai norma dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur.

#SaveOurChildren

Tuesday, 22 March 2016

Denting - Melly G

Denting yang berbunyi dari dinding kamarku
Sadarkan diriku dari lamunan panjang
Tak terasa malam kini semakin larut
Ku masih terjaga

**
Sayang kau dimana aku ingin bersama
Kan ku putus semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini

***
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
Jika kau disini aku tenang

**

***

Sunday, 10 January 2016

My heart will go on | Celine Dion

Every night in my dream
Tiap malam dalam mimpiku
I see You, I fell You
Kulihat diriu, kurasakan dirimu
That is how I know You go on
Begitulah aku tahu kau bertahan

Far across the distance And space between us
Meski jauh jarak dan ruang yang memisahkan
You have come to show You go on
Kau tlah datang untuk menunjukkan bahwa kau bertahan

Near, far, wherever You  are
Dekat, jauh, dimanapun kau berada
I believe that the heart does go on
Aku percaya hati kita kan bertahan
Once more You open the door
Sekali lagi kau buka pintu  ( hatiku )
And You’re here in my heart
Dan kau ada di sini di hatiku
And my heart will go on
Dan hatiku akan terus bertahan

Love can touch us one time
Cinta bisa menyentuh kita
And last for lifetime
Dan ( cinta ) kan abadi untuk selamanya
And never let go till we’re one
Dan jangan pernah menyerah hingga kita bersatu

Love was  when I loved You
Cinta adalah saat aku mencintaimu
One true time I hold You
Saat aku benar – benar  mendekapmu
In my life we’ll always go on
Di dalam hidupku kita akan selalu bertahan

Near, far, wherever You  are
Dekat, jauh, dimanapun kau berada
I believe that the heart does go on
Aku percaya hati kita kan bertahan
Once more You open the door
Sekali lagi kau buka pintu  ( hatiku )
And You’re here in my heart
Dan kau ada di sini di hatiku
And my heart will go on and on
Dan hatiku akan terus bertahan

You’re here, there’s nothing I fear,
Kau ada di sisiku, tak ada lagi yang kutakutkan,
And I know that my heart will go on
Dan aku tahu hatiku akan bertahan
We’ll stay forever this way
Kita akan selamanya seperti ini
You are safe in my heart
Engkau kujaga di dalam hatiku
And my heart will go on and on
Dan hatiku akan terus bertahan

Thursday, 31 December 2015

31 Desember 2015, pukul 22:42 WIB

Assalamualaikum sahabat 

pengen coret-coret sedikit, mumpung belum ngantuk, hehehe. 

Happy new year ?
Hmmm, iya sih besok tahun sudah berganti, dari tahun 2015 menjadi tahun 2016. So ?? Emak ku kemarin – kemarin juga nanyain, “Tin, ini tanggal satu ?” tanya Beliau. Nggak ada alasan khusus sih, mungkin hanya ingin memastikan bahwa hari, tanggal dan tahun tidak lupa. Atau mungkin kalau tanggal sudah masuk ke bulan baru itu tandanya siap- siap. Siap-siap bayar tagihan listrik, misalnya. Kalau yang kredit motor, ya siap-siap aja bayar cicilan motor.
 “bukan. Tanggal satu besok lusa, hari Jum’at.” Jawab ku.
Yup ,,, ini malam jum’at yang memang bertepatan dengan malam pergantian tahun. So ?? malam jum’at ini ya seperti malam – malam biasanya sajalah. Malam jum’at, habis shalat maghrib ya biasa tahlil, baca surah Yasin, kirim do’a untuk orang tua, mbah buyut dan keluarga. kalau ada yang mau heboh acara tahun baruan ya silahkan sahajalah ... asal jangan hanya demi ingin merayakan atau memeriahkan acara yang katanya setahun sekali kewajiban kita tinggalkan. No !
Bagi Aku pribadi, malam pergantian tahun ya seperti malam pada umumnya saja. Tidak ada acara khusus yang heboh alamakkk, nonton konserlah apa lah, ikut konvoi, teriak – teriak di jalan, tiup terompet, nyalain kembang api, mercon atau de-el-el apalah. Gerrrr... nggak punya tradisi macam ntu.
Simple, belum menemukan alasan yang masuk akal untuk merayakan tahun baru dengan jingkrak – jingkrak dan lain sebagainya... Kalau memang paham sekarang hendak memasuki tahun yang baru, baiknya ya dengan berdo’a, baca do’a akhir tahun, kemudian do’a awal tahun. Kita kan di ajarkan begitu. Sesuatu yang baik harus diiringi dengan do’a.
 “ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. (Qs. Al-Isra : 36).

So ... wabillahi taufiq walhidayah wassalamualaikum ...

Wednesday, 30 December 2015

Tak terasa telah sampai di penghujung tahun. Sehari lagi, tahun 2015 akan berganti tahun 2016. Banyak harapan dan keinginan yang jauh lebih baik dari tahun lalu. Harapan untuk keluarga, pekerjaan, pendidikan, asmara dan sebagainya.
Keinginan yang belum terwujud di tahun ini, semoga bisa terwujud di tahun depan. Harapan di tahun baru sebenarnya tak jauh berbeda dari harapan - harapan di tahun sebelumnya, selalu menginginkan segala sesuatunya lebih baik. Kesehatan, rejeki dan jodoh semoga lebih baik, dimudahkan dan lancar jalannya. Aamiin.  

Sabda Cinta

Bila cinta menyapa keindahan surga terlukis di jiwa
sehari tak bersua resah gelisah tiada terkira
hanyalah berjumpa jadi penawarnya seakan di dunia tiada yang lainnya
bila cinta menghilang neraka dunia seakan menjelma
hancur hati merana derai air mata membasahi dunia
sekan semua tiada berguna berkah yang dipunya tiada nilainya
*) Dinding kaca bukannya batu janganlah salah menaruh besi
Jatuh cinta jangan terlalu bila berpisah hancurlah hati

** cinta yang datang jangan dihadang, cinta yang hilang jangan dikenang
Cinta hakiki takkan terbagi, cinta sejati takkan terganti
Jangan kau hanyut terlalu dalam
Cinta bisa membawamu terseret arus derita
Jangan terlalu besar mencinta
Cinta bisa membuatmu hilang hati hilang akal

 Repeat *), **
Repeat *)[2x]
Bila berpisah hancurlah hati, bila berpisah hancurlah hati

Bila berpisah hancurlah hati

Friday, 25 December 2015

Cinta di Antara Kita

Kasih
Setelah kepergianmu
Baru kusadari
Begitu berartinya kau dalam hidupku
Kini kau telah bahagia
Yang tidak pernah kau temui
Di masa hidupmu
Bahagialah kasih
Bahagiamu abadi selamanya

Nike Ardila:
Di ujung malam yang sepi
Ku terpaku merenungi
Kegagalan hidup ini
Jadi belenggu
Dalam diriku

Deddy Dores:
Ke mana harus kucari
Kekasih yang telah pergi
Siang malam tiada henti
Seakan semua
Semakin menyiksa

Bersama:
Cinta…
Dalam hidupku
Kini seakan mati

Nike Ardila:
Untuk pertama
Yang pernah ada
Kini entah ke mana

Bersama:
Tuhan tunjukkanlah jalan
Agar kulupakan semua

Nike Ardila:
Kegagalan hidup ini
Biar berlalu dalam diriku

Bersama:
Selamat jalan kasih

Nike Ardila:
Selamat datang bahagia
Biarlah semua yang dulu
Kujadikan pedoman hidupku

Bersama:
Cinta…
Dalam hidupku
Kini seakan mati

Nike Ardila:
Untuk pertama
Yang pernah ada
Kini entah ke mana

Bersama:
Tuhan tunjukkanlah jalan
Agar kulupakan semua

Nike Ardila:
Kegagalan hidup ini
Biar berlalu dalam diriku
Bersama:
Selamat jalan kasih

Nike Ardila:
Selamat datang bahagia
Biarlah semua yang dulu
Kujadikan pedoman hidupku

Bersama:
Tuhan tunjukkanlah jalan
Agar kulupakan semua

Nike Ardila:
Kegagalan hidup ini
Biar berlalu dalam diriku

Bersama:
Selamat jalan kasih

Nike Ardila:
Selamat datang bahagia
Biarlah semua yang dulu

Kujadikan pedoman hidupku…

Kualitas Alat Ukur (Instrumen)

Thursday, 24 December 2015

Janji

Mengapa kau lupakan (2x)
janji yang kau berikan
janji yang ku harapkan
siang ku nantikan 
dan malam aku impikan
 
mengapa kau lupakan 
Oh oh oh sungguh kau tak pandai menimbang rasa
kerana janji mu diriku tersiksa ( 2x )
sungguh kau tak fikir
betapa ku menderita
 
mengapa kau lupakan 
janji yang kau berikan
janji yang ku harapkan
siang ku nantikan 
dan malam aku impikan





Saturday, 19 December 2015

Sampai Menutup Mata


Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi

Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudahmengatakan
Aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata
Cinta ku sampai menutup mata

Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi


Tuesday, 3 November 2015

Hmm, bagaimana nanti yah? aku berpikir membayangkan sambil mengira-ngira sesuatu yang akan ku jalani hari ini. Kalau tidak sekarang, kapan lagi ? bukankah sudah tertunda dari seminggu kemarin. Padahal diprint sudah, tinggal copy dan dijilid.

Berutung hari ini bisa selesai nyuci pagi - pagi. Meski agak sebel sedikit, sepeda dibawa sekolah, mau gak mau pakai sepeda satunya yang lebih kecil untuk ke warung. Entah kenapa dari kemarin dalam otak ku berasa pengin bikin pepes jamur.

"kaya anak kecil," sahut Mba um, terkekeh melihatku naik sepeda warna pink mulus ini. Aku sendiri juga merasa konyol mentertawakan diri sendiri. Baiklah ini hanya untuk ke warung, biar nanti jalan kaki saja untuk ke Balai Desanya.

Hanya seikat bayam, sebungkus jamur dan gorengan bakwan yang ku beli. Sepertinya memang harus mampir ke warung satunya lagi untuk membeli bawang teropong. Entah berasa ada yang kurang saja belanjanya kalau belum mampir ke warung Wa Sukiah, nenek tua seorang janda tak beranak.

"Sampun, Wa. Cabe ijo sama bongkrek saja." kataku. Kulihat di meja dagangnya juga tak ku lihat bawang teropong. Kalau hari ini tak jadi bikin pepes, ada bongkrek sama selong bisa dimasak pake cabe ijo. Meski aku tak terlalu suka, paling tidak Umi pulang ada masakan ini. Umi suka masakan itu. Bongkrek atau yang juga dinamakan klember kalau di desa ku, disini dijuluki "telembuk", Hah, kedengarannya kasar sekali bukan. Oh, kenapa jadi meluncur kesitu lamunanku.

Tak perlu menimbang lagi karena sudah ku putuskan untuk jalan kaki saja menuju tempat fotocopy sebelum ke Balai Desa.
Oh, dear. Aku harus menyeberang jalan raya melintasi pasar membiarkan hidung dan wajahku berperang dengan asap polusi kendaraan pantura.

"Tumben jalan kaki?" tanya seseorang berkaos hijau putih yang duduk di motor tempat parkiran.
"Oh, ya. Um. Di bawa sekolah."
"Sih?, Abah lagi apa?"
"Abah ke Jakarta tadi pagi, nganterin Om Edi periksa."
"Emang dia mriang ?"
"Iya. Sejak pulang dari Jakarta bulan lalu." sahutku sambil lalu menyebrang belok ke Balai Desa.

Ku lihat seorang ibu dengan kedua anak kecilnya tengah duduk di kursi aula. Entah sedang menunggu atau ah entahlah aku juga tak kenal dengannya.
"Mau apa?"tanyanya pada ku.
"Mau minta tanda tangan Pak lurah. Adakah ?"
"kurang tahu, coba saja masuk sana," jawabnya menunjuk ke suatu ruangan yang kulihat memang ramai dengan bapak - bapak berseragam. mungkin saja pegawai disana. Pasti.

"Assalamualaikum, Pak lurahnya ada?" tanyaku pada seseorang yang ku kenali wajahnya tapi tidak dengan namanya. Yang jelas orang itu penah mampir bertandang ke rumah.
"Ada, mba. Sini ada perlu apa?" sahut seseorang yang lain, tengah duduk di meja tugas bersama rekannya. Di lebih muda dari orang yang kusapa tadi.

"Mau minta tanda tangan untuk formalitas tugas." jawabku menyodorkan sebuah makalah. Setelah menerimanya dia membuka, membolak-balik lembar demi lembar. Demi Tuhan, semoga orang ini tak terlalu mengajukan pertanyaan dengan laporan yang aku buat. Tak tahu, aku tak terlalu bisa berbohong. Aku hanya mengajukan wawancara kecil pada tetanggaku yang punya usaha sampingan membuat telur asin.
"Ini dimana, Mba?"tanyanya. Masih membolak - balik laporanku yang hanya berjumlah tujuh belas halaman.

Hah, apa? barusan apa yang ditanyakannya. "Hmm, itu di rumah Mba Titis."jawabku. Ku mohon jangan tanya RT berapa RW berapa, aku tak terlalu yakin dengan jawabanku meski aku tidak begitu lupa di RT berapa aku tinggal. Hah, benar-benar payah. Bertemu dengan Kades pun, inilah yang pertama kalinya untuk ku.
"Maksudnya, ini ngasih tanda tangannya dimana?" Oh, salah maksud rupanya, apa nglamun?.
"Oh, ya? ma'af disini. " jawabku menunjuk  di halaman persetujuan.
"Oh, disini. Udah cuma ini tok. satu?" tanyanya kembali. "Ok, sebentar."lanjutnya bangkit, berjalan menuju ruang Kades begitu aku jawab mengiyakan.
Ruang tepat di depan tempat aku duduk itu kecil, bisa menampung dua sampai tiga tamu. Kulihat Pak Kades tengah berbincang-bincang dengan salah seorang tamunya. Sambil menunggu aku sempat berbincang dengan orang yang ku kenal mengeluarkan jurus so akrab :-D bukan sok sih, tapi karena memang kenal dan tak ada salahnya menyapa. Lama baru bertemu kembali. Sekaligus untuk mengusir tatapan orang yang tadi duduk di sebelah orang yang menerima laporanku. Kulihat raut wajahnya tidak menunjukan ekspresi ramah, atau mungkin tengah tak bersemangat. Entahlah... sebelum pikiranku tambah ngalantur.
"Saya, kira Njenengan dinasnya di Kecamatan?"tanya ku pada Um Jev.
"nggak, Mba. Disini saja. Emang lagi sibuk jadi nggak main"Jawab bapak tiga orang anak ini. Anaknya yang pertama seumuran dengan pita, dulu TK nya bareng. Sekarang mungkin dia sekolah di SMP.
Aku melirik kesebelah. "Oh, Um?"sapaku menyunggingkan senyum. "iya, ini lagi mau minta tanda tangan." Dari kemarin - kemarin memang aku sempat bertanya tentang ini.
"Jadi ke Jakarta Abahnya ?" tanya um Sekdes itu.
"Iya. Abah ke Jakarta, Um. Ngater periksa..."sahutku.
"Iya, ngajak aku. Tapi aku juga lagi nggak enak badan," akunya.

Tak berapa lama kemudian orang yang tadi datang membawa laporanku dan menyerahkannya pada ku. Setelah mengucapkan terimakasih, akupun pamit.

Alhamdulillah,..

Yes !

Wednesday, 28 October 2015

Lirik Lagu Muara Hati - Evi Masamba

Tanpa dirimu ku bagai perahu kayu
Yang terombang ambing ditengah lautan
Lajuku hilang terhempas arus gelombang
Kau tak disisiku sayang

Tanpa kayu ku coba arungi samudra
Agar tuk mencari dimana kini berda
Sekian lama ku nanti tiada kabar kau beri
Menunggumu aku masih disini

Wahai sang bayu kabarkan padanya
Ku rindu belai sayang kasih mesra

Perahu kayu kemana nahkodaku
Tanpanya kehampaan yang kurasa
Masih adakah aku di muara hatimu kasih
Disini ku disini menantimu di pelabuhan rindu

Tanpa kayu ku coba arungi samudra
Agar tuk mencari dimana kini berda
Sekian lama ku nanti tiada kabar kau beri
Menunggumu aku masih disini

Wahai sang bayu kabarkan padanya
Ku rindu belai sayang kasih mesra

Perahu kayu kemana nahkodaku
Tanpanya kehampaan yang kurasa
Masih adakah aku di muara hatimu kasih
Disini ku disini menantimu di pelabuhan ini

Tanpa kayu ku coba arungi samudra
Agar tuk mencari dimana kini berda
Sekian lama ku nanti tiada kabar kau beri
Menunggumu aku masih disini
Menunggumu aku masih disini

Menunggumu aku masih disini

Sunday, 25 October 2015

Arah jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi kurang sepuluh menit. Lekas – lekas aku beberes untuk segera berangkat kuliah. Yah meski sadar betul aku sudah telat hampir sejam’an,tapi tak apalah daripada tidak berangkat, masih mending masuk walau datang terlambat. Kata peribahasa dihalaman sekian :-D maklum semalam habis ada acara di rumah, paginya banyak aktifitas dan barang – barang yang harus kutata, en memastikan beberapa pekerjaan yang sudah ku sentuh rapi.
Alhasil, jurus langkah seribu segera ku pamerkan di sepanjang jalan pantura km tujuh belas Suradadi. Tak peduli sorotan mentari  yang mulai smakin memanas. Deru suara klakson mobil, truk, bus kontainer hingga jeritan motor seakan menjadi melodi penghibur,nada gratis bagi telinga ini. Beginilah kalau soulmate tidak masuk, gak ada yang ngajakin buat berangkat bareng alias tak ada tebengan ya mesti berangkat sendirian, itung – itung melatih kekuatan otot kaki en menerapkan prinsip hidup sehat menjadi alibi semu yang mengharuskan ku berjalan kaki. Pernah juga pakai sepeda, tapi gak enak ati aja rasanya. Ketika barisan mesin beroda dua tertata rapi di tempat parkir, seperti hendak mengikuti upacara, eh... si ontel ku nd’esep mojok di barisan paling ujung seakan ia mengerti, bahwa hanya ia yang berwujud beda sendiri. *hehehe
“Assalamualaikum...” salam, senyum, sapa en santun ku lambaikan pada semua insan di seluruh ruangan. Tapi mereka tak ada yang membalas kasih tepuk tangan, apalagi setangkai mawar dan sorak – sorak bergembira. Tidak. Karena aku bukan artis yang sedang naik tangkai memanjat panggung :-D kemudian diteriaki histeris oleh para – para mereka, penggila dan pemuja sesama yang bernama fans setia.
Segera aku mencari tempat duduk dan mengeluarkan peralatan belajar. Papan putih di depan kami sudah penuh dengan angka – angka, daftar tabel, dan rumus - rumus statistika.
Aih,,, alamat telat paham ini. Otak ku berlari agak cepat untuk segera meloncat ambil posisi dan mengikuti materi selanjutnya.
“bagaimana, sudah ? kalau sudah kita lanjut ke materi berikutnya. Yaitu mencarai nilai kuatril, desil dan presentil. Ada pertanyaan ?”
Hmmm... belum juga lima menit duduk dan kusalin materi dalam buku, sambil memahami satu persatu bilangan yang tertera. 22,5 dari mana yah... asalnya, lahirnya atau ada ibu bapaknya mungkin. Tiba – tiba saja hendak pindah ke materi berikutnya.
“mba, itu 22,5 dapat dari mana mba?” tanyaku mencari jawaban atas ketidakpahaman.
“nggak tau. Aku juga bingung... belum mudeng.”teman duduk ku menjawab. Kalau yang datang dari tadi tidak telat saja, belum begitu paham dengan materi yang baru saja dijelaskan. Bagaimana dengan yang tadi barusan datang. Geli sendiri aku, konyol. Padahal pelajaran yang seperti ini membutuhkan kefokusan, teliti dan waktu untuk bisa memahaminya. Harusnya aku tidak terlambat.
“maaf, bu. Itu  22,5 hasil dari mana ?” tanya ku pada sang Tutor.
“loh, yang mana? Ini titik tengah mba. Di dapat dari kelas interval pertama, dua puluh ditambah dua puluh lima dibagi dua. Hasilnya 22,5, ini titik tengahnya. Kelas berikutnya juga sama ditambahkan kemudian dibagi dua.
“huhhhhh.. gimana sih. Itu ditambah terus dibagi...” celoteh teman biang suara usil di kelas, yang akhirnya disusul sedikit suara ricuh yang lain.
Nyengir sendiri  aku. Sebel sedikit sih. Lagian, ngeliatin mimik teman yang lain ditanya soal materi seperti masih bingung, giliran aku minta penjelasan ulang, ehhh...
“tadi bingung, bu. Soalnya tadi nanya sama teman katanya dia juga masih bingung.”
“nah iya. Yang dari tadi datang, mengikuti dari awal juga masih bingung. Memang butuh konsentrasi dan waktu dalam mempelajari ini. Anda datang malah seenaknya.”

Ahmm... tinggal dijelasin aja kali bu, kenapa bilang “datang seenaknya” bener – an gak enak didengernya. Yang lain sudah tahu kok aku datang  telat.. .sorry L kayanya si Ibu ini “meniteni” aku yang selalu hadir terlambat di pelajarannya. Pengenya sih berangkat tepat waktu, tapi ya itu tadi... giliran datang tepat di jam pas masuk, eh gantian malah masuknya yang mulur...

Saturday, 24 October 2015

PARAGRAF NARASI, DESKRIPSI DAN ARGUMENTASI

PENGERTIAN PARAGRAF NARASI, DESKRIPSI DAN ARGUMENTASI



A.      Paragraf Narasi
1.        Pengertian Paragraf Narasi
Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah – olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Oleh sebab itu, unsur yang paling penting pada sebuah narasi adalah unsur peristiwa atau tindakan (Keraf, 1982:136). Dalam paragraf narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang tindak tanduk ( perbuatan ) yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang telah terjadi dalam suatu kesatuan waktu.
2.        Ciri – ciri  Paragraf Narasi
Ciri – ciri paragraf narasi yang paling mudah diidentifikasi adalah adanya pola secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir (Wikipedia, 2011).
a.    Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
b.    Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konflik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
c.    Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam – macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
3.        Jenis – jenis Paragraf Narasi
Ada pun jenis – jenis paragraf narasi adalah :
a.    Narasi ekspositoris
Narasi ekspositoris adalah narasi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca agar wawasannya bertambah luas ( memperluas pengetahuan orang ). Dengan narasi ekspositoris penulis ingin menggugah pikiran pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan. Sasaran utamanya adalah rasio, yaitu berupa perluasan pengetahuan para pembaca sesudah membaca kisah tersebut. Narasi ekspositoris dapat bersifat umum ( generalisasi ) dan dapat pula bersifat khusus atau khas.
Narasi ekspositoris yang bersifat umum adalah narasi yang menyampaikan suatu proses atau peristiwa yang umum, yang dapat dilakukan secara berulang-ulang.
Contoh :
Seperti biasa aku bangun pagi-pagi sekali. Setelah membereskan kamar dan melaksanakan shalat subuh, aku mulai sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi. Pertama-tama aku merebus air untuk membuat susu dan teh. Lalu mencuci beras dan memasukannya kedalam rice cooker. Kemudian memotong sayuran dan meracik bumbu untuk membuat lauk. Tak lama kemudian suara dipenggorengan terdengar. Aroma masakan ku mulai tercium dan membangunkan suami ku.

Narasi ekspositoris yang bersifat khusus atau khas adalah narasi yang berusaha mengisahkan suatu peristiwa yang khas, yang hanya terjadi satu kali.peristiwa khas adalah peristiwa yang tidak dapat diulang kembali, karena merupakan pengalaman atau kejadian pada suatu waktu tertentu, misalnya pengalaman diterima di perguruan tinggi.
Contoh :
Ratusan warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam  setelah mereka menyantap hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Rusdi (38), warga Desa Jompo Kulon, kecamatan Sokaraja, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 150 penduduk dari beberapa desa dibawa ke puskesmas. Beruntung tak ada korban meninggaldalam musibah tersebut.

b.    Narasi sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha memberi makna atas peristiwa atau kejadian itu sebagai suatu pengalaman. Narasi sugestif bertujuan untuk memberikan gambaran situasi yang terjadi dengan menggunakan kata-kata konotatif sehingga mampu membawa khayalan pembaca. Jenis paragraf seperti ini bisa di temukan di roman, cerpen, hikayat, dongeng dan novel.
Contoh :




Berikut adalah perbedaan antara narasi ekspositoris dan narasi sugestif :
Narasi ekspositoris
Narasi sugestif
1.    Memperluas pengetahuan.
1.     Menyampaikan suatu makna atau suatu amanat yang tersirat
2.    Menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian.
2.    Menimbulkan daya khayal atau menggugah daya imajinasi pembaca
3.    Didasarkan pada penalaran untuk mencapaik kesepakatan rasional.
3.    Penalaran hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan makna, sehinga kalau perlu penalaran dapat dilanggar
4.    Bahasanya lebih condong ke bahasa informatif, lugas, dengan titik berat pada penggunaan kata-kata denotatif.
4.    Bahasanya lebih condong ke bahasa figuratif, kias, majas, dengan menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif.



4.        Narasi Fakta Dan Narasi Fiktif
1). Narasi Fakta
Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris. Narasi yang berdasarkan fakta atau nonfiktif ada beberapa bentuk khusus, yaitu (a) otobiografi dan biografi yang berisi sejarah riwayat hidup seorang tokoh, (b) anekdot dan insiden yang dialami oleh seorang tokoh, (c) sketsa, dan (d) profil. Sementara itu, semua jenis karya sastra termasuk narasi fiktif atau rekaan.
a.         Otobiografi dan biografi
Perbedaan antara otobiografi dan biogafi terletak pada narator (pengisah atau pencerita)-nya, yaitu siapa yang bercerita dalam wacana itu. Narator dalam otobiografi adalah tokohnya sendiri, sedangkan narator dalam biografi adalah orang lain. Keduannya mempunyai kesamaan, yaitu menyampaikan kisah yang menraik mengenai kehidupan dan pengalaman-pengalaman pribadi. Otobiografi dan biografi dapat ditulis secara ringkas untuk keperluan penerbitan dalam media massa cetak atau elektronik seperti majalah, surat kabar dan internet; ditulis sangat ringkas untuk lema ensiklopedia. Namun dapat juga ditulis secara utuh tersendiri melalui penelitian yang panjang menjadi sebuah buku otobiografi atau biografi.
b.        Anekdot dan insiden
Anekdot dan insiden sering berfungsi sebagai bagian dari otobiografi, biografi, atau sejarah seorang tokoh. Anekdot dan insiden mengisahkan suatu rangkaian tindak-tanduk atau perbuatan dalam suatu unit waktu tersendiri.
c.         Sketsa
Sketsa adalah suatu bentuk wacana yang singkat dan dikembangkan dengan menggunakan detail-detail yang terpilih berdasarkan suatu kerangka perbuatan yang naratif.
d.        Profil
Kata profil diturunkan dari bahasa latin: pro + filo berarti ‘di muka’ atau ‘ke muka’; dan filum berarti ‘garis’, ‘benang’ atau ‘kerangka’. Dalam bahasa Indonesia kata profil berarti (1) pandangan dari samping tentang wajah seseorang); (2) lukisan/gambar orang dari samping; sketsa biografis; (3) penampang (tanah, gunung, daerah, dan sebagainya); (4) grafik atau ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal yang khusus ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001:897).profil memperlihatkan ciri-ciri utama dari seorang totkohyang dikisahkan bedasarkan suatu kerangka yang telah digariskan di muka atau sebelumnya. Profil sering berhasil meninggalkan kesan yang dominan mengenai subjeknya. Bila kita selesai membaca sebuah profil yang baik, kita merasakan bahwa kita telah berjumpa dengan suatu kepribadian dari individu yang sesungguhnya.

2). Narasi Fiktif
Contoh narasi fiktif adalah cerpen dan novel.



5.        Memperbaiki dan Menyusun Paragraf Narasi
Untuk menyusun paragraf narasi dan memperbaiki paragraf tersebut, diperlukan daya kreativitas. Kreativitas ini dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba (Wikipedia, 2011), yakni :
1.      (What) apa yang diceritakan,
2.      (Where) di mana setting/lokasi ceritannya,
3.      (When) kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4.      (Who) siapa pelaku ceritanya,
5.      (Why) mengapa peristiwa-peristiwa,
6.      (How) bagaimana cerita itu dipaparkan.


B.       Paragraf Deskripsi
1.        Pengertian Paragraf deskripsi
Kata deskripsi berasal dari kata bahasa Latin describere yang berarti menggambarkan atau memerikan sesuatu. Dari segi istilah,  deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga pembaca dapat mencitra (melihat, mendengar, mencium dan merasakan) apa yang dilukisakan itu sesuai dengan citra penulisnya. Karangan jenis ini bermaksud menyampaikan kesan-kesan tentang sesuatu, dengan sifat dan gerak-eriknya, atau sesuatu yang lain kepada pembaca. Sesuatu yang dapat dideskripsikan tidak hanya terbatas pada apa yang kita lihat dan kita dengar saja, tetapi juga yang dapat kita rasa dan kita pikir, seperti rasa takut, cemas, tegang, jijik, haru dan kasih sayang. Begitu pula suasana yang timbul dari suatu peristiwa, seperti suasana mencekam, putus asa, kemesraan, dan keromantisan panorama pantai. Singkatnya, deskripsi merupakan karangan yang kita susun untuk melukiskan sesuatu dengan maksud untuk menghidupkan kesan dan daya khayal mendalam pada si pembaca ( Suparno, 2001:4.3).
Dalam bahasa yang agak berbeda dijelaskan bahwa paragraf deskripsi adalah suatu bentuk pengungkapan gagasan yang terjalin dalam rangkaian beberapa kalimat yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Paragraf deskripsi juga disebut paragraf yang melukiskan dan memberikan suatu hal atau masalah dengan serinci-rincinya atau sejelas-jelasnya. Arifin (2008:131) menyatakan bahwa paragraf deskripsi ini melukiskan apa yang dilihat di depan mata yang berkaitan dengan ruang dan waktu. Jadi, paragraf deskripsi bersifat tata ruang atau tata letak dan juga waktu. Pembicaraannya dapat berurutan dari yang paling bawah hingga ke paling atas, dari paling atas hingga paling bawah, dari depan ke belakang, dari belakang ke depan, dari samping kiri ke kanan, dan seterusnya.
Contoh :





2.        Ciri – ciri Paragraf Deskripsi
Ciri deskripsi yang paling membedakan dengan ciri paragraf lainnya adalah adanya keterjalinan kalimat-kalimat yang disusun panca indera pembacanya. Keterjalinan yang dibangun kadang juga menggambarkan dimensi ruang, waktu, suasana, atau bahkan rasa. Ciri paragraf deskripsi adalah (a) menggambarkan sesuatu, (b) penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera, (c) membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri (http://id.wikipedia.org/wiki/karangan,2011)
3.        Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi
Pola pengembanganparagraf deskripsi terdiri atas 3 hal, yakin (a) pola pengembangan paragraf deskripsi spasial, (b) pola pengembangan deskripsi subjektif, dan (c) pola pengembangan deskripsi objektif.
a.         Pola pengembangan paragraf deskripsi spasial
Yang dimaksud dengan pola pengembangan paragraf deskripsi spasial adalah bahwa paragraf yang dikembangkan berdasarkan dengan menggambarkan objek khusus ruangan, benda atau tempat.
Contoh :
Rumah Rizky terletak di jalan KH. Yakup no 12 Tegal. Rumah bertipe minimalis klasik itu bercat hijau dengan halaman yang luas ditumbuhi pohon mangga. Di samping bawah tedapat ayunan juga bangku yang biasa digunakan oleh sang pemilik rumah untuk bersantai-ria bersama keluarga. Dipojok kanan halaman aneka tanaman hias tumbuh berjejer rapi nampak begitu terawat. Ada kaktus, lili brazil, agave, asoka dan tak ketinggalan pula mawar putih kesukaa tante Mirna, ibu Rizky yang begitu telaten merawat kebun mini kesayangannya.
b.        Pola pengembangan paragraf deskripsi subjektif
Pola pengembangan deskripsi subjektif adalah ola pengembangan paragraf yang menggambarkan  objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
Contoh :



c.         Pola pengembangan paragraf deskripsi objektif
Pola pengembangan paragraf deskripsimobjektif adalah pengembangan paragraf dengan mendasarkan pada penggambaran ojek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Contoh :



4.        Pendekatan Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi dapat dibedakan atas pendekatan ekspositoris, pendekatan impersionistik, dan pendekatan menurut sikap pengarang (Suparno, 2001:4.7-4.11).
a.         Pendekatan ekspositoris
Pendekatan ekspositoris merupakan pendekatan dalam penulisan paragraf deskripsi yang disusun dengan tujuan dapat memberi keterangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga pembaca seolah-olah dapat ikut melihat atau merasakan objek yang kita deskripsikan. Titik berat yang ditimbulkan adalah diperolehnya kesan yang lebih banyak didasarkan atas proses penalaran daripada emosional.
b.        Pendekatan impersionistik
Pendekatan impersionistik merupakan pendekatan dalam penulisan paragraf deskripsi yang ditujukan untuk mendapatkan tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca.
c.         Pendekatan menurut sikap pengarang
Pendekatan menurut sikap pengarang merupakan pendekatan dalam penulisan deskripsi yang sangat bergantung kepada tujuan yang ingin dicapai, sifat objek, serta pembaca deskripsinya. Dalam menguraikan sebuah gagasan, penulis mungkin mengharapkan agar pembaca merasa tidak puas terhadap suatu tindakan atau keadaan, atau penulis menginginkan agar pembaca juga harus merasakan bahwa persoalan yang tengah dihadapi merupakan masalah yang gawat. Penulis juga dapat membayangkan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,sehingga pembaca dari mula sudah disiapkan dengan sebuah perasaan yang kurang enak, seram, takut, dan sebagainya (Akhaidah, dalam Suparno, 2001:4.12).
5.        Memperbaiki dan Menyusun Paragraf Deskripsi
Dalam menyusun paragraf deskripsi, apapun corak pengembangannya, haruslah selalu memenuhi persyaratanpengembangan paragraf. Menurut Akhaidah dkk. (1999:148) sebuah paragraf yang baik mempunyai tiga syarat, yaitu (1) kesatuan, (2) kepaduan, dan (3) kelengkapan. Dalam menyusun paragraf deskripsi, ketiga syarat tersebut harus hadir. Artinya, jika saat pengembangan terdapat kalimat yang tidak satu ide pokok, tidak menunjukan kepaduan, dan tidak menunjukan kelenkapan, maka kalimat-kalimat tersebut tidak dapat disebut membangun paragraf deskripsi.
Untuk mempermudah dalam menyusun paragraf deskripsi, berikut disajikan rambu-rambu (Suparno, 2002:4.21) yang dapat diikuti.
1.      Tentukan apa yang akan dideskripsikan: misalnya apakah akan mendeskripsikan orang atau mendeskripsikan tempat.
2.      Rumuskan tujuan pendeskripsian: apakah deskripsi dilakukan sebagai alat bantu karangan narasi, eksposisi, argumentasi, persuasi atau tujuan lain yang sifatnya reportase.
3.      Tetapkan bagian yang akan dideskripsikan: kalu yang dideskripsikan oran, apakah yang akan dideskripsikan itu ciri-ciri fisik, watak, gagasannya atau benda-benda disekitar tokoh?, kalau yang dideskripsikan tempat, apakah yang akan dideskripsikan keseluruhan tempat atau hanya bagaian-bagian tertentu saja yang menarik ?. Jadi, dalam tahap ini harus mengumpulkan data dengan mengamati objek yang ditentukan serta menyusunnya ke dalam urutan yang padu.
4.      Rinci dan sistematiskan hal-hal yang menunjang kekuatan bagian yang akan dideskripsikan: hal-hal apa saja yang akan ditampilkan untuk membantu memunculkan kesan dan gambaran kuat mengenai sesuatu yang dideskripsikan?, atau pendekatan apa yang akan digunakan penulis.


C.      Paragraf Argumentasi
1.        Pengertian Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan kebenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau asalan sebagai penyokong opini tersebut (Wikipedia, 2011). Dalam bahasa yang berbeda, Suparno (2002:5.33) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan paragfar argumentasi adalah paragraf yang terdiri atas paparan alasan dan penyintensisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan. Dengan demikian, karangan argumentasi adlah karangan yang ditulis untuk memberikan alasan atau untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan.
Karangan argumentasi termasuk paling sulit dibandingkan dengan jensi karangan lainnya. Kesulitan yang dimaksud dalam konteks ini adalah karena karangan argumentasi harus didukung dengan alasan dan bukti yang meyakinkan. Contoh yang paling mudah untuk menjelaskan bagaimana bentuk karangan deskripsi adalah makalah paper, esai, skripsi, tesis, disertasi, naskah-naskah tuntutan pengadilan, pertanggungjawaban, pidato kenegaraan, ataupun surat keputusan.
2.        Ciri – ciri Paragraf Argumentasi
Sebagai bentuk paragraf yang harus disertai dengan data, bukti, alasan yang ilmiah, maka ciri argumentasi pun harus memenuhi syarat tersebut. Ciri paragraf argumentasi , yakni :
a.         Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
b.        Memerlukan fakta untuk pembuktian, berupa data, gambar/grafik, uji statistik, atau lainnya.
c.         Menggali sumber ide atas dasar pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
d.        Memaparkan penutup dalam bentuk simpulan atau rekomendasi.
3.        Teknik Pengembangan Paragraf Argumentasi
Pengembangan tulisan argumentasi sebenarnya sama dengan pengembangan karangan lainnya, termasuk dalam persyaratan kepaduan, kesatuan dan kelengkapan. Hanya saja, pada tahap pengumpulan dan pengolahan data atau informasi dalam argumentasi memerlukan analisis yang mendalam. Adapun langkah menyusunnya adalah :
1.      Menentukan topik/tema
2.      Menetapkan tujuan
3.      Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4.      Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
5.      Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
Secara umum, setidaknya terdapat enam hal yang harus dijawab untuk meyakinkan pembaca bahwa sebuah paragraf adalah berjenis argumentasi, yakni adanya pernyataan faktual, asumsi, uraian definisi, uraian teoritis, pendekatan dan tujuan (Suparno, 2002: 5.35). artinya, jika terdapat sebuah paragraf yang diduga argumentasi dan kita harus membuktikannya, maka keenam sarana tersebut digunakan untuk menjawabnya atau menghubungkannya.
Dalam teknik pengembangan paragraf argumentasi dikenal teknik induktif dan teknik deduktif (Suparno, 2002:5.38).
a.         Teknik induktif
Pengembangan paragaraf argumentasi dengan teknik induktif adalah penyusunan argumentasi yang dilakukan dengan mengemukakan lebih dahulu bukti-bukti yang berkaitan dengan topik. Dengan bukti-bukti yang dipaparkan di awal tersebut kemudian diambil sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Bukti-bukti yang dikemukakan dapat berupa contoh-contoh, fakta-fakta, pengalaman, laporan, data statistik (Suparno, 2002:5.38).
Contoh :
Pada arus mudik tahun 2010, terdata 3010 peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Sementara itu, pada arus mudik tahun 2011, tercatat 4006 kasus keelakaan lalu lintas di jalan raya. Dari data tersebut terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas 33, 08%. Dengan demikian, pada tahun 2011, jumlah kecelakaan arus mudik di jalan raya makin bertambah.

b.        Teknik deduktif
Pengembangan paragraf argumentasi dengan teknik dedektif adalah penyusunan argumentasi yang dilakukan dengan mengemukakan lebih dahulu kesimpulan yang umum dan kemudian disusul dengan uraian mengenai hal-hal yang khusus. Alasan-alasan atau bukti-bukti untuk memperkuat diperlukan sebagai sarana meyakinkan pembaca guna mendukung uraian yang disampaikan (Suparno, 2002:5.40).
Contoh :

Pada musim mudik lebaran tahun 2011, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat.sampai H+7 lebaran tercatat terdapat 4006 kasus kecelakaan. Jika dibandingkan tahun 2010, angka kecelakaan ini tergolong besar. Tahun 2010 tercatat 3010 kasus kecelakaan. Jika dilihat dari presentase, terjadi peningkatan 33,08%.