Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, 23 August 2015

LILIN MERAH

Adakalanya kesendirian menjadi hadiah ulang tahun yang terbaik. Keheningan menghadirkan pemikiran yang bergerak ke dalam, menembus rahasia terciptanya waktu.
Keheningan mengapungkan kenangan, mengembalikan cinta yang hilang, menerbangkan amarah, mengulang manis keberhasilan dan indah kegagalan. Hening menjadi cermin yang membuat kita berkaca-suka atau tidak pada hasilnya.
Lilin merah berdiri megah diatas glazuar, kilau apinya menerangi usia yang baru berganti. Namun, seusai di sembur napas, lilin tersungkur mati di dasar tempat sampah. Hangat nyalanya sebatas sumbu dan usailah sudah.
Sederet do’a tanpa api menghangatkanmu disetiap kue hari, kalori bagi kekuatan hati yang tak habis dicerna usus. Lilin sumbu menyala dalam jiwa, menerangi jalan setapakmu ketika dunia terlelap gelap.
Berbahagialah, sesungguhnya engkau mampu berulang tahun setiap hari.
#Filosofo_kopi [DEE]


Friday, 10 April 2015

Belaian hembusan bayu di pelantaran senja
Kian dingin menusuk sukma
Saat ku saksikan smua
Yang ku lihat seperti buta
Gelap dipelantaran senja...
Bersama hati yang kian meronta
Pada jiwa yang kabur entah kemana?
Duhai cinta, dipelantaran senja...
Masih kudapati jejak- jejak kaki mu
Walau perih luka ini,
Ku dapati engkau dalam mimpi yang mati
Bersama cinta mu yang terkubur kamboja
Bersama rindu yang kabur kau bawa
Duhai cinta, dipelantaran senja...
Kau menghilang didepan mata....

Saturday, 14 February 2015

Hujan Rindu

Ratri ing anggarkasih ...
hujan yang turun malam ini mengingatkan ku pada sebuah rindu
pada,
untuk,
dan ...
smua tentang mu, Maestro . . .

kala batin bergayut erat
memendam rasa, merenda duka
benang cinta kusut sebelum selesai kusulam
ah ...
kapan ku miliki rasa itu lagi
rasa yang memberiku warna
hitam putih, merah biru jadi satu
semua terlukis karna mu

ah ...
indah meski menyedihkan
konyol, ataukah aku yang tak tahu diri !
miris, airmata ku menangis
bayang samar rindu tak lagi bisa kulukis

apa yang ku rasa apa yang ku cerna
tak lagi sekuat rasa yang dulu ada
aku menepi menitih hari yang sunyi
berharap esok kan ku temui lagi
dan cinta itu bisa kumiliki

hujan rindu tak selebat dulu
meski deras ia mambawa mu kandas
dan ku sadari cinta ini fatamorgana
kau yang ku cipta hanya seksta semu belaka

pada hujan rindu ku titipkan sekelumit rindu
agar  rindu yang dulu dapat kembali padaku
kembalikan rindu yang dulu kurindu


Thursday, 9 October 2014

Surat kecill untuk Tuhan...


Tuhan, apa pun rasa yang kau berikan untuk ku,
aku yakin, itulah yang terbaik untuk ku.
di saat tawa menghiasi bibir, mungkin aku lupa..
bahwa kapan pun air mata dapat jatuh membasahi pipi.
di kala aku tak berdaya, derai air mata deras tak terkira, mungkin aku lupa...
bahwa kapan pun selalu kau selipkan senyuman indah di bibir ini.
Tuhan,,, jika ini salah satu jalan yang harus ku tempuh,
kuatkan aku
kuatkan hati ini
kuatkan langkah ini
tegarkan hati ini...
tegapkan langkah ini.
jangan goyah kan hati ku...
tetap tanamkan prasangka positif dalam diri ini.
karna ku percaya... ujian yang hadir untuk ku takan melebihi batas kemampuan ku.
dan izinkan aku meraih kemenangan.
semoga pula telah menunggu kebahagiaan di depan mata ku...
ku mohon