Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Thursday, 31 December 2015

31 Desember 2015, pukul 22:42 WIB

Assalamualaikum sahabat 

pengen coret-coret sedikit, mumpung belum ngantuk, hehehe. 

Happy new year ?
Hmmm, iya sih besok tahun sudah berganti, dari tahun 2015 menjadi tahun 2016. So ?? Emak ku kemarin – kemarin juga nanyain, “Tin, ini tanggal satu ?” tanya Beliau. Nggak ada alasan khusus sih, mungkin hanya ingin memastikan bahwa hari, tanggal dan tahun tidak lupa. Atau mungkin kalau tanggal sudah masuk ke bulan baru itu tandanya siap- siap. Siap-siap bayar tagihan listrik, misalnya. Kalau yang kredit motor, ya siap-siap aja bayar cicilan motor.
 “bukan. Tanggal satu besok lusa, hari Jum’at.” Jawab ku.
Yup ,,, ini malam jum’at yang memang bertepatan dengan malam pergantian tahun. So ?? malam jum’at ini ya seperti malam – malam biasanya sajalah. Malam jum’at, habis shalat maghrib ya biasa tahlil, baca surah Yasin, kirim do’a untuk orang tua, mbah buyut dan keluarga. kalau ada yang mau heboh acara tahun baruan ya silahkan sahajalah ... asal jangan hanya demi ingin merayakan atau memeriahkan acara yang katanya setahun sekali kewajiban kita tinggalkan. No !
Bagi Aku pribadi, malam pergantian tahun ya seperti malam pada umumnya saja. Tidak ada acara khusus yang heboh alamakkk, nonton konserlah apa lah, ikut konvoi, teriak – teriak di jalan, tiup terompet, nyalain kembang api, mercon atau de-el-el apalah. Gerrrr... nggak punya tradisi macam ntu.
Simple, belum menemukan alasan yang masuk akal untuk merayakan tahun baru dengan jingkrak – jingkrak dan lain sebagainya... Kalau memang paham sekarang hendak memasuki tahun yang baru, baiknya ya dengan berdo’a, baca do’a akhir tahun, kemudian do’a awal tahun. Kita kan di ajarkan begitu. Sesuatu yang baik harus diiringi dengan do’a.
 “ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. (Qs. Al-Isra : 36).

So ... wabillahi taufiq walhidayah wassalamualaikum ...

Tuesday, 3 November 2015

Hmm, bagaimana nanti yah? aku berpikir membayangkan sambil mengira-ngira sesuatu yang akan ku jalani hari ini. Kalau tidak sekarang, kapan lagi ? bukankah sudah tertunda dari seminggu kemarin. Padahal diprint sudah, tinggal copy dan dijilid.

Berutung hari ini bisa selesai nyuci pagi - pagi. Meski agak sebel sedikit, sepeda dibawa sekolah, mau gak mau pakai sepeda satunya yang lebih kecil untuk ke warung. Entah kenapa dari kemarin dalam otak ku berasa pengin bikin pepes jamur.

"kaya anak kecil," sahut Mba um, terkekeh melihatku naik sepeda warna pink mulus ini. Aku sendiri juga merasa konyol mentertawakan diri sendiri. Baiklah ini hanya untuk ke warung, biar nanti jalan kaki saja untuk ke Balai Desanya.

Hanya seikat bayam, sebungkus jamur dan gorengan bakwan yang ku beli. Sepertinya memang harus mampir ke warung satunya lagi untuk membeli bawang teropong. Entah berasa ada yang kurang saja belanjanya kalau belum mampir ke warung Wa Sukiah, nenek tua seorang janda tak beranak.

"Sampun, Wa. Cabe ijo sama bongkrek saja." kataku. Kulihat di meja dagangnya juga tak ku lihat bawang teropong. Kalau hari ini tak jadi bikin pepes, ada bongkrek sama selong bisa dimasak pake cabe ijo. Meski aku tak terlalu suka, paling tidak Umi pulang ada masakan ini. Umi suka masakan itu. Bongkrek atau yang juga dinamakan klember kalau di desa ku, disini dijuluki "telembuk", Hah, kedengarannya kasar sekali bukan. Oh, kenapa jadi meluncur kesitu lamunanku.

Tak perlu menimbang lagi karena sudah ku putuskan untuk jalan kaki saja menuju tempat fotocopy sebelum ke Balai Desa.
Oh, dear. Aku harus menyeberang jalan raya melintasi pasar membiarkan hidung dan wajahku berperang dengan asap polusi kendaraan pantura.

"Tumben jalan kaki?" tanya seseorang berkaos hijau putih yang duduk di motor tempat parkiran.
"Oh, ya. Um. Di bawa sekolah."
"Sih?, Abah lagi apa?"
"Abah ke Jakarta tadi pagi, nganterin Om Edi periksa."
"Emang dia mriang ?"
"Iya. Sejak pulang dari Jakarta bulan lalu." sahutku sambil lalu menyebrang belok ke Balai Desa.

Ku lihat seorang ibu dengan kedua anak kecilnya tengah duduk di kursi aula. Entah sedang menunggu atau ah entahlah aku juga tak kenal dengannya.
"Mau apa?"tanyanya pada ku.
"Mau minta tanda tangan Pak lurah. Adakah ?"
"kurang tahu, coba saja masuk sana," jawabnya menunjuk ke suatu ruangan yang kulihat memang ramai dengan bapak - bapak berseragam. mungkin saja pegawai disana. Pasti.

"Assalamualaikum, Pak lurahnya ada?" tanyaku pada seseorang yang ku kenali wajahnya tapi tidak dengan namanya. Yang jelas orang itu penah mampir bertandang ke rumah.
"Ada, mba. Sini ada perlu apa?" sahut seseorang yang lain, tengah duduk di meja tugas bersama rekannya. Di lebih muda dari orang yang kusapa tadi.

"Mau minta tanda tangan untuk formalitas tugas." jawabku menyodorkan sebuah makalah. Setelah menerimanya dia membuka, membolak-balik lembar demi lembar. Demi Tuhan, semoga orang ini tak terlalu mengajukan pertanyaan dengan laporan yang aku buat. Tak tahu, aku tak terlalu bisa berbohong. Aku hanya mengajukan wawancara kecil pada tetanggaku yang punya usaha sampingan membuat telur asin.
"Ini dimana, Mba?"tanyanya. Masih membolak - balik laporanku yang hanya berjumlah tujuh belas halaman.

Hah, apa? barusan apa yang ditanyakannya. "Hmm, itu di rumah Mba Titis."jawabku. Ku mohon jangan tanya RT berapa RW berapa, aku tak terlalu yakin dengan jawabanku meski aku tidak begitu lupa di RT berapa aku tinggal. Hah, benar-benar payah. Bertemu dengan Kades pun, inilah yang pertama kalinya untuk ku.
"Maksudnya, ini ngasih tanda tangannya dimana?" Oh, salah maksud rupanya, apa nglamun?.
"Oh, ya? ma'af disini. " jawabku menunjuk  di halaman persetujuan.
"Oh, disini. Udah cuma ini tok. satu?" tanyanya kembali. "Ok, sebentar."lanjutnya bangkit, berjalan menuju ruang Kades begitu aku jawab mengiyakan.
Ruang tepat di depan tempat aku duduk itu kecil, bisa menampung dua sampai tiga tamu. Kulihat Pak Kades tengah berbincang-bincang dengan salah seorang tamunya. Sambil menunggu aku sempat berbincang dengan orang yang ku kenal mengeluarkan jurus so akrab :-D bukan sok sih, tapi karena memang kenal dan tak ada salahnya menyapa. Lama baru bertemu kembali. Sekaligus untuk mengusir tatapan orang yang tadi duduk di sebelah orang yang menerima laporanku. Kulihat raut wajahnya tidak menunjukan ekspresi ramah, atau mungkin tengah tak bersemangat. Entahlah... sebelum pikiranku tambah ngalantur.
"Saya, kira Njenengan dinasnya di Kecamatan?"tanya ku pada Um Jev.
"nggak, Mba. Disini saja. Emang lagi sibuk jadi nggak main"Jawab bapak tiga orang anak ini. Anaknya yang pertama seumuran dengan pita, dulu TK nya bareng. Sekarang mungkin dia sekolah di SMP.
Aku melirik kesebelah. "Oh, Um?"sapaku menyunggingkan senyum. "iya, ini lagi mau minta tanda tangan." Dari kemarin - kemarin memang aku sempat bertanya tentang ini.
"Jadi ke Jakarta Abahnya ?" tanya um Sekdes itu.
"Iya. Abah ke Jakarta, Um. Ngater periksa..."sahutku.
"Iya, ngajak aku. Tapi aku juga lagi nggak enak badan," akunya.

Tak berapa lama kemudian orang yang tadi datang membawa laporanku dan menyerahkannya pada ku. Setelah mengucapkan terimakasih, akupun pamit.

Alhamdulillah,..

Yes !

Thursday, 3 September 2015

Galeri Foto Reuni Alumni MTs Al-Hikmah Cipelem


Foto bersama Reuni tahun ketiga

Ini foto kita pas lagi OTW.
 yang di tengah tunangannya Kang Khaliri.
Reuni Alumni MTs Al-Hikmah lulusan tahun 2008 yang ke – 3 ini bertempat di rumah sdri. Iswatun KH. Tahun ini agak berbeda dari reuni 2 tahun sebelumnya. Jika dulu reuni sekedar temu kangen, kumpul di tempat, dengan rangkaian acara tahlil dan do’a, ziarah ke makam sahabat Alumni, Alm. Susyanto, lalu dilanjut makan bersama. Tahun 2015 ini, Alhamdulillah teman - teman mengajukan ide supaya ada tambahan kegiatan selain acara rutin tadi, dan teman –teman semua sepakat untuk mencoba “go to picnik “, jalan – jalan bareng ke tempat pariwisata.
Selesai makan bersama selfi dulu :).
 Ada iis, sri, sapidi, edi, sihab, me ^_^, umar, ikhin, N kholik. ( in Randusanga Beach )
Teman - teman yang ikut hadir rembugan di Monas

Edi, Andy, Sihab N Iis
( Monas, Jakarta )
Sebenarnya acara reuni ini sudah coba kita rembug dari jauh sebelum datang bulan puasa. Awal mulanya acara akan diselenggarakan di rumah sdri. Wandiroh karena untuk tahun ke tiga ini acara memang bertempat di Cipelem sesuai urutan setelah sebelumnya Bulusari dan Rancawuluh.

Untuk acara reuni pertama, bisa dibilang sukses hampir 90%. Karena hampir sebagian besar teman-teman alumni banyak yang menyempatkan diri untuk hadir. Dari sekitar 70-an anggota alumni, sekitar 15-an saja yang tidak bisa hadir, terutama teman- teman yang memang sudah menempuh hidup baru, mungkin ada kesibukan dan urusan keluarga.
Reuni kedua di rumah Edi di Bulusari











Reuni di Bulusari, teman –teman yang hadir berkurang hampir separuh lebih. Itu lebih baik daripada reuni tahun ini -_-, karena dari total 50 undangan yang kita sebar, hanya sekitar 25-an yang datang. Memang ada beberapa undangan yang tak sampai, selain karena mereka mungkin tengah disibukan dengan urusan keluarga, kita melihat kemungkinan mereka datang untuk ikut hadir itu sedikit. Namun ada juga yang sudah berkeluarga tapi mereka menyempatkan waktu untuk ikut kumpul, seperti Ida, iman, dan Anggun, meski dia datang pas acara udah selesai.
ADIT without A
Iis N Anggun


Yah, Reuni memang umumnya hanya sekali setahun, selain untuk menyambung silaturahmi, dengan acara ini diharapkan kita semakin memupuk rasa persaudaraan, juga sebegai pelepas ras rindu, mengingat dan mengambil hikmah kenangan lampau sewaktu kita masih berseragam biru-putih. J


Selfi di Pantai Randusanga

Tapi menyadari bahwa waktu terus berjalan, segalanya pun berubah ... dulu remaja, sekarang beranjak dewasa dan benar-benar dewasa alias tua :-D. kita sudah disibukan dengan banyak hal, dari kerjaan / karir, keluarga, mungkin juga urusan pribadi lainnya.
Namun sesibuk apapun, semoga silaturrahmi tetap terjalin dengan baik... dan reuni tetap ada setiap tahunnya.

Suasana reuni pertama di rumah sdr. Khaliri di Rancawuluh

Reuni ketiga di rumah Iis di Cipelem


Ziarah ke makam Alm. Susyanto.
tampak Sapidi, Mukhlisin, tabi'in Kasid N Wasroni

Vika, Maya, Masyamah, wandiroh N Desi
( Makam Ds. Bulusari )




Tuesday, 25 August 2015

Menjelang 23 Tahun


Hari silih berganti berjalan menelusuri lorong waktu. Adakalanya kebahagiaan terpancar dalam senyuman, kesedihan terlukis dalam wajah penuh kesenduan.
Banyak kenangan, memory, moment atau apalah-apalah istilah sejenisnya J yang telah dilewati 2 tahun belakangan. Bahagia dalam cinta, duka lara dan semuanya membekas dalam ingatan, memberikan pelajaran berharga untuk lebih sabar dan kuat dalam menjalani kesempatan hidup.
Yah, bukankah hidup adalah sebuah kesempatan ? kesempatan untuk bebas menghirup oksigen, menatap keindahan dunia, kesempatan untuk merasakan apa yang lazimnya kita rasakan, cinta, benci, suka, dan lawannya, bak kalori rasa yang mengisi kantong hati. tak pernah tahu kapan batas waktu drama kisah tentang kita akan terus berjalan, terhenti, atau bahkan benar-benar berakhir. Kita hanya menjalani, berusaha dan berdo’a.
Seiring jalannya waktu, jumlah usia bertambah, sisa kesempatan hidup pun berkurang. Disinilah pertanyaa tentang eksitensi diri kerap muncul. Adakah hal luar biasa yang telah dilakukan? Sudah baikkah aku ? sudahkah menjadi manusia baik ? apa yang tlah ku lakukan untuk orang lain, tak usah jauh setidaknya untuk orang tua sendiri, sudahkah aku berbakti ? sudahkah aku membuat mereka bahagia dan bangga karena ku?
Belum 23 tahun, tapi kurang dari 24 jam segera menginjak 23 tahun J usia yang bukan lagi anak – anak, remaja menginjak dewasa. Hehehe.
Ada banyak hal yang harus ku perbuat untuk impian yang ingin aku raih. Harapan yang dulu ku hayalkan, Alhamdulillah telah Allah kabulkan. Kesempatan untuk kuliah, sedang dalam proses, Alhamdulillah masih berjalan dan smoga Allah selalu memberi kelancaran dan keridhoanNya, Aamiin.
Namun, keinginan untuk bisa wisuda cepat ternyata tak segampang yang aku pikirkan. Tadinya aku kira bisa ambil 3 atau 4 tahun waktu untuk kuliah, tetapi harus manut 5 tahun dengan rincian 10 semester untuk bisa lulus S1. Kalau sekarang berarti tinggal 4 semester lagi, yang akan dijalani sekarang semester 7. Tahun depan Insyaallah sudah persiapan untuk skripsi, dan untuk bisa mengejar target nilai IPK 3 keatas, ya mestinya aku harus tahu, ada perjuangan dan semangat yang harus aku kerahkan J. Mungkin bukan soal berapa besar nilai yang nanti didapat, tapi bagaimana jalannya proses-perjuangan itu sendiri untuk bisa mendapatkan nilai yang diinginkan. Hasilnya, balik lagi bahwa segala sesuatu Allah yang tahu, yang menentukan.
2 tahun yang tlah berjalan ...
Cinta adalah teman terindah bagi hati. Dalam kehidupan setiap manusia beberapa kali pun bisa merasakan cinta. Ada cinta yang datang menemani lalu sebentar-pergi. Ada yang berdiri di depan pintu mengetuk hati, duduk lalu pergi, ada juga yang hanya berdiri diambang pintu. tak tahu pasti siapa yang kelak akan kekal singgah mendiami hati mengucap janji suci hingga jasad tak bernyawa lagi ... jodoh, rizki, dan maut adalah rahasiaNya. Kapan pun datangnya, semua indah dan tepat pada waktunya. Smoga Yang Kuasa memudahkan segalanya. Smoga dalam hal asmara pun Yang Kuasa memberikan yang terbaik.
“ Jaga dan lindungi kerinduaan ini... tepat pada waktunya nanti Allah akan memberi dan menyatukan cinta yang begitu indah dan terhormat melalui ikatan sah pernikahan, Aamiin.
Ahh... kalo ngomongin cinta kayanya gak jauh dari pertinyi-inyi soal nikah B-) hehehe...


Friday, 10 April 2015

Hakikat Manusia

HAKIKAT MANUSIA
Pada hakikatnya manusia adalah salah satu dari makhluk yang diciptakan Allah. Namun manusia memiliki kedudukan yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Untuk mengetahui bagaimana pandangan ajaran islam terhadap hakikat manusia, tentu kita harus kembali kepada Al-qur’an.
Manusia adalah makhluk Allah SWT yang bersifat lahir (syahadah )dan ghoib (non fisik). Q.S. Al-mu’minuun (23): 12-14 menyatakan :

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). Kemuidan air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu segumpal darah itu Kami jadikan daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kmai jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah Pencipta yang paling baik”(14).
Q.S. As-Sajdah  (32) : 7 , Allah berfirman :
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ

Artinya : “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (7).
Q.S. Qaaf (50) : 16, dikatakan :


Artinya : ”Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (16).
Q.S. At-Tiin (45) : 4, dijelaskan :
Artinya : ‘Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (4).
Zat yang bersifat lahir dan gaib itu menentukan postur manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia mempunyai anggota badan, khususnya otak dan jantung yang berfungsi sebagai mekanisme biologi, yaitu seperangkat subsistem di dalam sistem tubuh manusia untuk menunjukkan keberadaannnya (eksitensinya).
Susunan anggota badan manusia (fisik) sebenarnya sangat kompleks, tidak hanya terdiri dari otak dan jantung saja, yang masing-masing anggota badan satu sama lain dihubungkan melalui syaraf yang sangat kompleks pula. Keadaan itu pun masing menggambarkan manusia yang kurang lengkap, karena kelengkapan manusia tidak hanya dari wujud fisiknya saja, akan tetapi juga dari kenyataan nonfisik yang justu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Seperti ruh dan jiwa yang memerankan adanya proses berpikir, merasa, bersikap dan berserah diri serta mengabdi yang merupakan mekanisme kejiwaan manusia sebagai makhluk Allah.
Kedua mekanisme yang terdapat pada manusia, yaitu mekanisme biologi yang berpusat pada jantung (sebagai pusat hidup) dan mekanisme kejiwaan yang berspusat pada otak (otak sebagai lembaga pikir, rasa, dan sikap sebagai pusat kehidupan).

Gambaran bahwa manusia merupakan makhluk yang sempurna mungkin dapat dilihat dari kemampuannya untuk menentukan tujuan hidup. Tujuan hidup itu berdasarkan satu tata nilai yang memberikan corak pada seluruh kehidupan manusia yang terdiri dari proses mengetahui, mengalami, memikirkan, merasakan, dan membentuk sikap tertentu yang akhirnya tersusun pada suatu pola perilaku yang dapat menghasilkankarya manusia, baik yang bersifat fisik maupun bersifat nonfisik. Tinggi rendahnya derajat kemampuan, sempit luasnya cakupan tergantung pada kapasitas otak (Q.S. l-Mu’Min (40) : 35) melalui susuan pusat syaraf (terletak pada sumsum tulang belakang) sehingga memungkinkan seluruh anggota badan berfungsi dalam rangka pencapaian cita-cita. Cita-cita tersebut sering kali diistilahkan dengan akhlakul karimah atau perilaku yang baik.

Sunday, 5 April 2015

" Jaga Rasa Ini...

Jika pada yang bukan siapa-siapa mudah mengumbar mesra kata cinta.
Lalu pada yang kelak engkau punya, kau kan berikan dia sisa sepahnya?
Saat engkau berlari kencang, peluh berjatuhan dahaga serasa mencekik kerongkongan.
Jika ada segelas air dan kau minum isinya, tegukan keberapa yang begitu terasa nikmtnya?
Tentu yang pertama bukan?
Tegukan kedua ketiga dan seterusnya akan terasa smakin biasa.
Lalu bagaimana dengan air tegukan terakhir? bisa jadi tak lagi buatmu berselera karna sudah dibuat kembung oleh tegukan sebelumnya?
Begitupun perasaan kita pada orang lain. Harusnya rasa indah itu bersama kita nikmati dengan seseorang yang tlah menjadi milik kita, bukan mereka yang singgah hanya sementara.

Thursday, 2 April 2015

رسائل الحنين إلى والدي

I miss you dad ... May you be quiet in the sight of Allah SWT. look .. I'm a big girl now. I do not want to cry, but I always Shedding tears when remembering about you. I do not have time to receive your wise counsel, or even your warm touch.
dozen years, I bury my feelings alone. I always hope that someday someone come hug, love, and pulled out of the shadow of the past.
I do not want to hate anyone, even people who have hurt me. someone who I thought he was good for me, it was not him.
dad ... if it were not for the mother, I might have run out of this world long ago. only to pursue the unity of love that used to be so I missed. I now realize. Like any piece of the story of the past, is a good and very good for me because it made me tougher in life, even though I'm fragile and need a place to lean. but I believe God so loved me. I was only able to pray for you. may you be peaceful in his side.

I'm sure I can get through this. I used to be, and now I'm even more certainly could. Butterflies come from caterpillars first, then fasted until he could be beautiful and charming figure. So it is with life. I'm sure, all will be beautiful in its time. and I want happiness. success and a wonderful future, happiness that I want to dedicate to the mother. mothers who have genuinely loved me. I always dreamed that we were a family intact, there you dad, I and mother too. I dream of a harmonious whole family. Hopefully someday I build a beautiful love it with someone the best that God chose for me. Aamiin

Wednesday, 18 February 2015


Sahabat adalah orang yang sangat mengerti tentang keadaan kita. Tidak hanya itu, seorang sahabat akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Bersahabat bersama teman-teman di sekolah merupakan tindakan yang sangat baik. Kamu harus memperhatikan hal-hal berikut, jika ingin mencari sahabat.

  • 1.      Hormati perasaan orang lain. Janagn menghina atu menilai mereka yang memiliki kekurangan, seperti cacat atau tidak punya orang tua.
  • 2.      Kenalilah sifat mereka. Bertemanlah dengan mereka yang berkelakuan baik.
  • 3.      Jaga dan perhatikanlah keadaan orang lain. Bertanyalah: “Apakah kamu baik-baik saja hari ini?” ketiak kamu melihat temanmu dalam keadaan termenung atau sedih.
  • 4.      Jangan bersikap sombong kepada orang lain. Janagn merasa lebih tingi dan bersikap angkuh terhadap mereka.
  • 5.      Berbaik sangkalah kepada oang lain. Jangan mematai-matai mereka.
  • 6.      Memaafkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahan. Tahanlah rasa benci trehadap mereka.
  • 7.      Dengarkanlah pembicaraan mereka. Hindarilah perdebatan dan bantah-membantah dengan mereka.


Nah, jika kamu bisa melakukan hal-hal tersebut, kamu akan memiliki banyak sahabat. Yakinlah bahwa dengan memiliki banyak sahabat, hidup kamu pasti akan tenang dan lebih menyenangkan. Ayo, bersahabat J

Monday, 16 February 2015

Sebuah Renungan

Hembusan angin yang menemani malam-malam ku menjadi saksi petualangan rasa. Adakah tempat paling nyaman dimana aku bisa berbagi tentang semua itu ? dimana aku bisa menyandarkan suka dan duka selain Munajat Cinta yang harus selalu ku sandarkan kepadaNya, Allah lah sebaik-baik tempat penyandaran.

Betapa ku menyadari bahwa hidup tak lepas dari yang namanya ujian dan cobaan. Baik buruk kehidupan yang kita rasakan adalah salah satu bentuk ujian, bahwa Allah begitu menyayangi hamba-hambaNya. Yakinlah bahwa Allah takan menguji melebihi batas kemampuan yang kita miliki. Allah tidak mungkin memberikan ujian melainkan telah Allah siapkan jalan keluar yang terbaik.

Lalu apa yang engkau takutkan tentang permasalahan yang tengah kau hadapi? jika kau telah tahu bahwa dalam hidup akan senatiasa ada lembaran ujian yang harus kau lewati, nikmatilah karena ujian itu bagian dari nikmatNya.

Allah SWT berfirman (yang artinya), "... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya ... (Q.S. Ath-Thalaaq : 2-3).

Katakan pada 'masalah', bahwa engkau mempunyai Allah. jangan katakan "Allah aku mempunyai masalah".

" Sesungguhnya Allah tidak menyuruhmu mencari jalan keluarnya hingga penat, Allah hanya menyuruhmu untuk sabar dan shalat."

Yang harus engkau takutkan adalah ketika Allah memberimu nikmat bahagia dan engkau lupa untuk mensyukurinya, dan ketika Allah memberimu ujian duka, engkau malah berjalan menjauhiNya.


Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

Dan bukankah selalu ada hikmah terindah dibalik ujian yang telah kita lalui?. Sabar dan Ikhlas, takan ada kebahagiaan yang abadi, begitupun jua tak ada duka yang abadi. Ibarat perjalan waktu, pagi, siang, sore dan malam datang silih berganti. Begitupun ujian kehidupan, ada waktunya kita untuk merasa senang, adapula saatnya kita merasa berduka. Bukankah itu menjadikan hidup menjadi seimbang?

Sunday, 15 February 2015

Hakikat Manusia

Pada hakikatnya manusia adalah salah satu dari makhluk yang diciptakan Allah. Namun manusia memiliki kedudukan yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Untuk mengetahui bagaimana pandangan ajaran islam terhadap hakikat manusia, tentu kita harus kembali kepada Al-qur’an.
Manusia adalah makhluk Allah SWT yang bersifat lahir (syahadah )dan ghoib (non fisik). Q.S. Al-mu’minuun (23): 12-14 menyatakan :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ (١٢) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (١٣) ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً
(فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (١٤

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). Kemuidan air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu segumpal darah itu Kami jadikan daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kmai jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah Pencipta yang paling baik”(14).

Q.S. As-Sajdah  (32) : 7 , Allah berfirman :
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ

Artinya : “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (7).
Q.S. Qaaf (50) : 16, dikatakan :


Artinya : ”Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (16).

Q.S. At-Tiin (45) : 4, dijelaskan :

Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (4).
Zat yang bersifat lahir dan gaib itu menentukan postur manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia mempunyai anggota badan, khususnya otak dan jantung yang berfungsi sebagai mekanisme biologi, yaitu seperangkat subsistem di dalam sistem tubuh manusia untuk menunjukkan keberadaannnya (eksitensinya).

Susunan anggota badan manusia (fisik) sebenarnya sangat kompleks, tidak hanya terdiri dari otak dan jantung saja, yang masing-masing anggota badan satu sama lain dihubungkan melalui syaraf yang sangat kompleks pula. Keadaan itu pun masing menggambarkan manusia yang kurang lengkap, karena kelengkapan manusia tidak hanya dari wujud fisiknya saja, akan tetapi juga dari kenyataan nonfisik yang justu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Seperti ruh dan jiwa yang memerankan adanya proses berpikir, merasa, bersikap dan berserah diri serta mengabdi yang merupakan mekanisme kejiwaan manusia sebagai makhluk Allah.

Kedua mekanisme yang terdapat pada manusia, yaitu mekanisme biologi yang berpusat pada jantung (sebagai pusat hidup) dan mekanisme kejiwaan yang berspusat pada otak (otak sebagai lembaga pikir, rasa, dan sikap sebagai pusat kehidupan).


Gambaran bahwa manusia merupakan makhluk yang sempurna mungkin dapat dilihat dari kemampuannya untuk menentukan tujuan hidup. Tujuan hidup itu berdasarkan satu tata nilai yang memebrikan corak pada seluruh kehidupan manusia yang terdiri dari proses mengetahui, mengalami, memikirkan, merasakan, dan membentuk sikap tertentu yang akhirnya tersusun pada suatu pola perilaku yang dapat menghasilkankarya manusia, baik yang bersifat fisik maupun bersifat nonfisik. Tinggi rendahnya derajat kemampuan, sempit luasnya cakupan tergantung pada kapasitas otak (Q.S. l-Mu’Min (40) : 35) melalui susuan pusat syaraf (terletak pada sumsum tulang belakang) sehingga memungkinkan seluruh anggota badan berfungsi dalam rangka pencapaian cita-cita. Cita-cita tersebut sering kali diistilahkan dengan akhlakul karimah atau perilaku yang baik.

Wednesday, 11 February 2015

Valentine Day: Sejarah dan Valentine day dalam pandangan islam

Valentine Day: Sejarah dan Valentine day dalam pandangan islam

Hi guys,...  Menjelang pertengahan Februari ini banyak yah kita temui jargon-iklan-simbol untuk mempromosikan Valentine. Berbagai tempat hiburan dari diskotik (disko/klub malam), hotel-hotel, organisasi maupun kelompok-kelompok kecil ramai berlomba-lomba menawarkan acara untuk memeriahkan Valentine. Apalagi dengan dukungan dan pengaruh media massa, seperti surat kabar, radio maupun televisi, yang mau tidak mau kita juga turut dicekoki (dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

Sebenarnya kalian tau gak sich, asal mula, asal muasal atau sejarah Valentine, Valentine itu apa, siapa dan seperti apa? Hayoo, tahu sejarahnya gak?, atau cuma asal ikut-ikutan trend doang, cuma nebeng biar dikatakan gaul? Gak ketinggalan zaman gitu?. Jangan Cuma asal ngekor doang tapi gak tahu sejarahnya.

Mari kita renungkan firman Allah SWT :

dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, pengelihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya. (Q.S Al-Isra : 36).

 “Hari Kasih Sayang atau Valentine Day” yang dirayakan oleh orang-orang Barat kini amat populer dan merebak hingga di pelosok Indonesia. Jika dulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal dan merayakannya, kini sudah merambah muda-mudi di desa-desa kecil. Valentine Day tidak saja dikenal oleh remaja tetapi sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.  -_- Apakah kalian juga ikut merayakannya?

Miris, ironis jika kita mendengar bahkan kita sendiri “terjun” dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. So, jangan sok-sok-an ng-ikutan trend budaya orang barat.  Yuks, kita cari tahu saja sejarah asal mula adanya perayaan Valentine dan bagaimana pandangan islam terhadap perayaan Valentine. Sebelumnya mohon ma’af bila ada salah kata, tujuan dari tulisan ini saya ingin mengajak teman-teman muslim, akhy wa ukhty agar tidak terjerumus pada budaya barat yang keblinger, salah kaprah.

Sejarah Valentine

Ensiklopedia Katolik menyebut tiga riwayat berkaitan Valentine :

Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Februari 269 M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II (265-270). Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetepan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang yang suci.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir (dalam islam disebut “syuhada,- oleh orang-orang kristen (katolik) diberi gelar sebagai orang suci (santo)) terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Dari tiga versi tentang asal dari perayaan hari Valentine ini, yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang di yakini hidup pada masa Raja Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. St Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi. Untuk mengenang St Valentine, yang diangap sebagai simbol keberanian, para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai “hari Valentine”.  jelaslah hari Valentine adalah perayaan agama Nasrani atau penganut Kristian yang bertujuan untuk mengenang salah seorang tokoh mereka.

Menurut versi lain, pada masa Romawi kuno, tanggal 14 Februari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan dewi cinta.

Pada tanggal 14 Februari orang-orang Romawi mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.

Ucapan “Be My Valentine”

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata itu ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be myValetine”, hal ini berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah SWT.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak “akidah” muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan (bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

Valentine di Indonesia
Valentine’s Day disebut ‘Hari Kasih Sayang’, disimbolkan dengan kata “Love”. Padahal kalau kita mau mencermati, kata ‘kasih sayang’, dalm bahasa inggris bukan ‘love’ tetapi ‘affection’. Makna ‘Love’ sesungguhnya adalah sebagaimana sejarah lupercalia pada masa masyarakat penyembah berhala, yaitu sebuah ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tidak memperingati  hari kasih sayang tapi memperingati love/cinta dalam arti seks, atau dengan bahasa lain, Valenite’s Day adalah ‘hari seks bebas’. Dan pada kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang saat ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini mulai ditinggalkan. Maka, semua ini adalah upaya pendangkalan akidah bagi generasi muda islam.

 Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi kiristen, menyatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum muslim sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang muslim dari Islam agar tidak jadi orang yang tidak berakhlak sebagaimana seorang muslim. Tujuan kita adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”.

Pandangan Islam tentang Valentine

Sebagai muslim tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontoh begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari islam?

Mari kita renungkan firman Allah SWT :

dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, pengelihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya.” (Q.S Al-Isra : 36).

“orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S Al Baqrah:120).

Oleh karena itu Islam melarang kepercayaan yang membonceng (mendorong/mengikut) kepada kepercayaan yang lain atau dalam Islam disebut “Tasyabbuh”.

 Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Imran : 85 :
 “barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa menyerupai satu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka. ( Hadist riwayat Abu Dawud, 3512). Dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk meniru budaya orang bukan islam dan bagi mereka yang meniru budaya itu ditakuti mereka akan tergolong bersama kaum tersebut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ  . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ  وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

 “kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan kepada Rasulullah SAW-, “Apakah mereka itu mengikuti  seperti persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “selain mereka Rasulullahka lantas siapa lagi?” (HR. Bukhari no. 7319)
Sudah berapa jauh kita mengayunkan langkah mengelu-eluhkan (memuja-muja) valentine day? Sudah semestinya kita menyadari sejak sejak dini (saat ini),agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita iri hati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman & Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun, dan bukan pula dibungkus dengan haa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan ‘alternatif’terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Thursday, 1 May 2014

Senyum itu sehat loh ... :-)



Senyum itu sehat loh ... 
Senyum bisa membawa seseorang yang dikasahi menjadi lebih dekat dan semakin dekat. Banyak diantara kita kurang mengetahui arti pentingnya senyuman. “say it with smile” itulah pepatah inggris yang menggambarkan pentingnya senyuman. Sesuatu konotasi yang menegangkan biasanya bisa dikendurkan dengan senyuman. Sesuatu yang rumit menjadi sederhana dan yang kacau balau menjadi terurai.
Celakanya jarang orang sadar mengenai hal itu. Guru dikelas, kondektur, polisi lalu lintas ataupun yang lainnya akan semakin gampang mengerjakan tugasnya bila disertai senyuman. Tersenyum adalah kunci sukses untuk melakukan komunikasi antar manusia yang efektif. Sebuah penelitia yang dilakukan oleh klinik saraf di illianis, AS membuktikan bahwa aktivitas tersenyum identik dengan olahraga. Hanya dengan sekali tersenyum ringan, 800an otot manusia sekitar wajah, telah berkontraks dan itu merupakan exercise yang bagus untuk kesehatan otot kita. Jadi, dengantersenyum kita telah melakukan olahraga. Lalu bagaiman dengan kita, jika berelasi dengan sesama?
Senyum tidak hanya menggerakan otot - otot wajah, tetapi juga menggerakan hati dan jiwa. Saat tersenyum otakmengeluarkan seratanin yang bisa menambah kekebalan tubuh. Siapa bilang senyum bukan hal yang penting? Senyuman juga mampu menjadi misteri ini belum terpecahkan? Lukisan karya Leomardo Davinci yang digambar pada tahaun 1503 itu tersohor bukan karena kecantikannya. kecantikan Monalisa tidak istimewah tapi senyumannya mampu membuat jutaan orang bertanya-tanya, ada apa dengan si Monalisa saat ia dilukis? Sekelompok ilmuan pernah mengadakan penelitian tentang perasaan monalisa saat itu. Dengan menggunakan software pengukur emosi, hasil penelitian mengungkapkan, bahwa senyum Monalisa menyiratkan kebahagiaan.
Senyum sangat dianjurkan baik untuk kesehatan jiwa ataupun raga. Hanya saja, untuk bisa senyum dengan lepas perlu syarat yang tidak gampang. Bukan hal yang berlebihan kalu pakar kepribadian dan kecantikan Marta Tilaar pernah mengatakan bahwa senyum tak akan berarti jika disertai kepura-puraan dan tanpa ketulusan hati. Senyum yang tulus dan ikhlas merupakan cerminaan hati yang bahagia dan menambah semangat bagi sekelilingnya.
Bila anda belum mampu bersedekah dengan harta, bersedekahlah dengan senyuman. Ada jurus untuk menghadirkan senyuman walau hati sedang kisruh. Ambil nafas dalam – dalam, tahan selama lima sampai sepuluh detik, lalu hembuskan kembali. Aktifitas pernafasan ini bisa melancarkan peredaran darah dan mengurangi beban pikiran. Setelah suasana terkendali, lantas, tersenyumlah...